Rumah Kata, Rumah Karya

satrya

wibawa

Buruh Akademis, Diplomat Ngekost

Dari ruang kelas Universitas Airlangga, Ruang Adinata KBRI Singapura, hingga ruang sidang UNESCO Paris, saya belajar bahwa diplomasi adalah seni bercerita lewat karya. Sejak SMP menulis cerita pendek, SMA bergabung di Teater Angin dan sempat jadi wartawan lepas, saya justru berakhir di papan tulis sebagai dosen. Kecintaan pada sinema melahirkan Infis Surabaya, walau akhirnya saya lebih banyak mengkaji film daripada membuatnya. Di kampus, saya merintis International Office UNAIR, membuka pintu dunia dari ruang sederhana. Kini, di UNESCO, saya tetap membawa semangat yang sama: menulis, berkarya, dan percaya bahwa kata & karya dapat menjembatani bangsa.

tulisan yang baik, adalah tulisan yang dibaca

(masalah dipahami, disukai, atau dibenci, itu urusan nanti)

artikel jurnal

Kumpulan tulisan saya di jurnal nasional maupun internasional. Yang dimuat. Yang ditolak lebih banyak. Percayalah.

laporan

Laporan penelitian dan sejenisnya yang pernah saya buat dan boleh dipublikasikan. Yang lain bukannya rahasia, saya cuman belum nemu aja dimana saya taro…

buku

Tentu, saya pernah dan masih menulis buku. Atau bab dalam buku. Yang memenuhi standar akademis.

lain-lain

Tulis saja begitu. Ada karya non akademis, ada link wawancara, ada macam-macamlah. Saya juga bingung kategorisasinya

artikel media

Kumpulan tulisan saya yang dimuat di media. Yang ditolak juga banyak. Banget. Juga yang belum sempat saya kliping.

media audio visual

Karya atau dokumentasi dalam bentuk audio visual. Tidak termasuk yang di media sosial. Kalau media sosial, bisa lihat “tentang saya”

Jejak Kata
Karya Saya

Tulisan saya mengenai isu pendidikan, budaya, media dan teknologi

  • Genosida Jurnalisme dan Ancaman Epistemicide

    Genosida jurnalisme menelan nyawa para wartawan di Gaza, sementara epistemisida membunuh cara-cara mengetahui lewat dominasi algoritma dan runtuhnya media independen. Dunia menghadapi krisis ganda: kebenaran dipadamkan oleh peluru maupun bisnis digital. Membela jurnalis berarti mempertahankan kemanusiaan dan demokrasi dari ancaman post-truth global

Pilihan saya Minggu ini

Saya menyukai hal-hal yang membuat hidup saya menjadi lebih berwarna, dalam bentuk foto, film, artikel atau sesederhana apa yang saya lihat dan saya rasa. Saya berbagi pilihan itu, untuk siapapun. Siapa tahu, saya bisa berbagi kesenangan.