OPINI MEDIA. SATRYA.

Kumpulan artikel opini yang dimuat di berbagai media nasional

Masa Depan Media Massa Indonesia: Dari Krisis Menuju Transformasi

Masa Depan Media Massa Indonesia: Dari Krisis Menuju Transformasi

Harian Disway May 28, 2025
Industri media massa Indonesia tengah berdiri di tepi jurang yang rawan. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi? Bagaimana seharusnya kita menata ulang masa depan media di negeri ini?
Tari dan Identitas Bangsa: Refleksi Hari Tari Internasional dan Masa Depan Warisan Budaya Indonesia

Tari dan Identitas Bangsa: Refleksi Hari Tari Internasional dan Masa Depan Warisan Budaya Indonesia

Harian Disway April 30, 2025
Setiap 29 April. dunia merayakan Hari Tari Internasional sebagai penghormatan terhadap seni tari, ekspresi tubuh yang universal, melintasi batas bahasa, bangsa dan budaya.
Merawat Bahasa Daerah, Menjaga Identitas

Merawat Bahasa Daerah, Menjaga Identitas

Harian Disway April 19, 2025
UNESCO dalam dua pekan ini sedang bersidang membahas banyak hal, termasuk catatan-catatan kritis terhadap dinamika yang terjadi pada ranah ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Sound Horeg dan Budaya Kitsch

Sound Horeg dan Budaya Kitsch

Harian Disway August 7, 2025
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, fenomena sound horeg memantik perdebatan. Sistem audio berdaya besar yang memutar musik jedag-jedug keras itu dicap norak, berisik dan kampungan.
Literasi Digital, Akal Imitasi, dan Menata Imajinasi

Literasi Digital, Akal Imitasi, dan Menata Imajinasi

Harian Disway June 28, 2025
Peluncuran Google VEO 3 dalam konferensi I/O 2025 menjadi lompatan besar bagi industri kreatif digital. Teknologi akal imitasi mutakhir itu mampu mengubah teks menjadi visual yang nyaris tak bisa dibedakan dari kenyataan.
Media Massa Kita (Belum) Roboh

Media Massa Kita (Belum) Roboh

Harian Disway June 18, 2025
Tanggapan terhadap Robohnya Media Massa Kami oleh A. A. I.. Prihandari Satvikadewi yang terbitt di Harian Disway pada Senin, 16 Juni 2025

“bukan apakah media akan bertahan, tetapi apakah kita sebagai masyarakat bersedia bertahan dengan media yang bermutu”

Siti Haya Zhafirah Rahardja & Satrya Wibawa: