Saya menulis apa saja yang saya suka
Manusia tampaknya punya ketertarikan aneh terhadap sesuatu yang besar, megah, dan kelihatannya mustahil dibuat pada zamannya. Piramida Mesir, Sphinx, puri-puri raksasa di Eropa, sampai Borobudur di Indonesia. Begitu melihatnya, pertanyaan kita hampir selalu sama: ngapain dulu bikin beginian? Pakai apa? Kok bisa? Kita sering membayangkan manusia zaman dulu hidup sederhana, peralatannya terbatas, belum ada crane,…
Ada satu kesimpulan yang semakin kuat setiap kali saya bepergian ke luar negeri: dalam urusan makanan, Asia tetap rajanya. Setidaknya bagi lidah saya. Mau restoran berbintang, makanan tradisional, atau hidangan yang namanya panjang sampai susah diucapkan, pada akhirnya saya tetap membayangkan sepiring nasi hangat, lauk berbumbu, dan sambal. Tetapi setiap bepergian, kami selalu berusaha mencari…
Di blog, saya boleh menulis tentang dunia itu dari mata saya sendiri. Tidak harus selalu penting. Tidak harus selalu serius.
Paris, 01 September 2026 Ada satu alasan khusus kenapa kami memilih bulan Agustus untuk berkunjung ke Edinburgh, Skotlandia. Bukan karena cuacanya. Bukan pula karena sedang ada diskon tiket. Tetapi karena kami ingin menonton Royal Edinburgh Military Tattoo, pertunjukan musik dan parade militer yang sudah lama sekali masuk daftar keinginan kami. Lama sekali. Tepatnya sekitar 19…
London, 22 Agustus 2026, Saat merenung kenapa orang London suka banget Fish and Chips Ada satu kemampuan London yang menurut saya luar biasa: membuat sesuatu yang sebenarnya biasa saja menjadi luar biasa. Telepon umum, misalnya. Di banyak kota, telepon umum adalah benda yang nasibnya seperti wartel. Dulu dicari-cari, sekarang kalau masih ada malah membuat kita…
London, 30 Agustus 2026. Sambil terkantuk-kantuk naik kereta cepat, dan membayangkan komuter Sidoarjo Surabaya. Kalau ditanya kenapa selama jalan-jalan kami lebih banyak memilih transportasi publik, jawaban pertama tentu saja sangat filosofis: murah. Apalagi kalau jalan-jalannya sekeluarga. Selisih lima atau sepuluh pound mungkin kelihatan kecil. Tetapi kalikan empat orang, lalu kalikan tiga kali perjalanan sehari. Tiba-tiba…
22 Agustus 2026. Saat ingat toko buku sudah jadi tempat langka di Surabaya Dalam urusan jalan-jalan keluarga, pembagian tugas kami sebenarnya sederhana. Istri dan anak-anak menentukan mau ke mana. Saya mencari cara ke sananya. Demokratis. Walaupun kalau dipikir-pikir, posisi saya lebih mirip bagian logistik. Tidak punya hak menentukan tujuan, tetapi kalau salah naik bus, yang…
Paris, 21 Juni 2025. Pesan apartemen, seperti jomblo cari pacar. Cari yang bisa dibatalkan sewaktu-waktu. Salah satu pekerjaan paling melelahkan sebelum bepergian bukan packing. Bukan juga menyusun itinerary. Tapi mencari penginapan. Apalagi kalau pergi sekeluarga. Prinsip saya sederhana: kalau memungkinkan, pilih apartemen. Bukan karena ingin merasakan hidup seperti warga lokal. Itu alasan orang-orang di Instagram.…
12 Februari 2025, Saat mencoba mencari Apel Washington di Paris Saya masih belum bisa tidak ngikik setiap menemukan kata-kata yang membuat salah fokus di Paris. Apalagi kalau sedang keliling naik bus kota. Karena duduk dekat jendela, kerjaan saya ya jelalatan. Rasanya setiap perjalanan selalu ada sesuatu yang baru. Misalnya, saya pernah menemukan toko bernama Madura.…
Paris, 20 Juni 2026. Saat menemukan apartemen lain lebih murah padahal wes kadung bayar. Saya termasuk orang yang merasa perjalanan itu sudah dimulai jauh sebelum koper dikeluarkan dari lemari. Bahkan kadang lebih lama merencanakannya daripada perjalanannya sendiri. Perjalanan ke London, Edinburgh, Dublin, Cambridge, Oxford dan Bath misalnya. Sebelum kaki benar-benar menginjak kota-kota itu, jempol saya…
20 Maret 2025, Saat sadar Soldes itu artinya Sale Saat berkeliling Paris naik bus, saya turun di sebuah halte dekat Galeries Lafayette Haussmann. Saya sebenarnya agak trauma dengan mal. Dulu di Surabaya saya pernah kehilangan lokasi parkir motor gara-gara malnya seperti sinetron. Berseri. Gedung satu, gedung dua, gedung tiga, sampai entah enam. Saya masuk dari…