Buku

Soon akan ada buku-buku lainnya, doakan dulu saja ya!

2022

Selama lima tahun saya menjalani masa studi di negara orang (iya, masa negara kumbang), tentu bermacam pengalaman yang saya rasakan. Hidup di negeri orang itu tidak gampang. Tapi harus dibuat senang.

2022

Sinema dan anak-anak adalah dua dunia yang seringkali bertolak belakang namun juga saling mengisi, setidaknya dalam peradaban visual yang sedang dijalani oleh bangsa Indonesia.


2016

Konsepsi mengenai “film anak-anak” sesungguhnya sebuah konsep yang kompleks dan tidak sesederhana yang kita bayangkan. Film untuk anak, seringkali bukan film tentang anak-anak. Begitupula sebaliknya

2009

Suatu saat, film hanya menjadi katalisator dari sebuah dinamika sosial. Suatu saat yang lain, film hanya menjadi eskapisme individu individu dari carut marutnya realitas dunia.



BOOK CHAPTER juga ada

2025

Sambutan (p. iii)

2024

Epilog
Hidup di Singapura: Taksi dan Telor (p. 181)

2024

Pariwisata Digital di Indonesia: Ekspektasi dan Pengalaman Pengguna Aplikasi Pariwisata (p. 2)

Service 1

Navigating life’s intricate fabric, choices unfold paths to the extraordinary, demanding creativity, curiosity, and courage for a truly fulfilling journey.

Service 2

Navigating life’s intricate fabric, choices unfold paths to the extraordinary, demanding creativity, curiosity, and courage for a truly fulfilling journey.

Service 3

Navigating life’s intricate fabric, choices unfold paths to the extraordinary, demanding creativity, curiosity, and courage for a truly fulfilling journey.

“bukan apakah media akan bertahan, tetapi apakah kita sebagai masyarakat bersedia bertahan dengan media yang bermutu”

Siti Haya Zhafirah Rahardja & Satrya Wibawa: